Banyak orang kaget saat mengetahui giginya retak, padahal merasa tidak pernah jatuh ataumengalami benturan keras. Faktanya, gigi bisa mengalami retakan akibat kebiasaan sehari-hari yang sering tidak disadari.
Salah satu penyebab paling umum adalah kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi saat tidur (bruxism). Tekanan yang terjadi secara terus-menerus dapat membuat lapisan gigi melemah dan akhirnya retak.
Selain itu, kebiasaan menggigit benda keras seperti es batu, pulpen, atau membuka kemasan menggunakan gigi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya retakan. Mengunyah makanan yang terlalu keras pun bisa menjadi pemicu, terutama jika kondisi gigi sudah tidak sekuat sebelumnya.
Perubahan suhu yang ekstrem, seperti langsung minum es setelah mengonsumsi makanan panas, juga dapat menyebabkan gigi mengalami stres dan lebih rentan retak.
Jika dibiarkan, retakan pada gigi dapat menimbulkan rasa ngilu, nyeri saat mengunyah, bahkan meningkatkan risiko infeksi pada bagian dalam gigi.
Semakin cepat ditangani, semakin besar kemungkinan gigi dapat dipertahankan tanpa perawatan yang lebih kompleks.

Di Ocean Dental, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan tingkat keparahan retakan dan memberikan perawatan yang sesuai agar fungsi serta kesehatan gigi tetap terjaga.
Jangan tunggu sampai retakan semakin besar dan menimbulkan rasa sakit. Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut Anda.
Bagaimana pendapatmu tentang halaman ini?

Like

Love

Happy

Haha

Sad



