Banyak orang tua mengira gigi susu yang berlubang tidak perlu dirawat karena nantinya akan tanggal dengan sendirinya. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat. Gigi susu memiliki peran penting dalam proses makan, berbicara, serta menjaga ruang agar gigi permanen tumbuh dengan baik.
Jika gigi anak sudah berlubang, Sahabat Ocean sebaiknya segera membawa si kecil ke dokter gigi agar kerusakan tidak semakin parah dan dapat ditangani sejak dini.
Mengapa Gigi Anak Bisa Berlubang?
Gigi berlubang terjadi ketika bakteri di dalam mulut mengubah sisa makanan, terutama gula, menjadi asam. Asam tersebut perlahan mengikis lapisan email gigi hingga terbentuk lubang.
Beberapa penyebab yang paling sering terjadi antara lain:
- Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis.
- Jarang menyikat gigi, terutama sebelum tidur.
- Teknik menyikat gigi yang belum benar.
- Kebiasaan minum susu atau jus menggunakan botol hingga tertidur.
- Jarang melakukan pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan.
Tanda-Tanda Gigi Anak Sudah Berlubang
Pada tahap awal, gigi berlubang sering kali tidak menimbulkan rasa sakit sehingga sulit disadari. Namun, Sahabat Ocean dapat memperhatikan beberapa tanda berikut:
- Muncul bercak putih, cokelat, atau hitam pada gigi.
- Anak mengeluh gigi ngilu saat makan atau minum.
- Sering menghindari makanan tertentu.
- Tercium bau mulut yang tidak sedap.
- Terlihat lubang pada permukaan gigi.
- Anak mengeluh sakit gigi atau menangis saat mengunyah.
Semakin cepat ditangani, semakin besar kemungkinan gigi dapat dipertahankan tanpa perawatan yang lebih kompleks.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gigi Anak Sudah Berlubang?
- Segera Lakukan Perawatan di Dokter Gigi – Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi anak dan menentukan perawatan yang paling sesuai.
- Hindari Memberikan Makanan yang Terlalu Manis – Kurangi konsumsi permen, cokelat, kue, minuman bersoda, serta makanan lengket yang dapat mempercepat perkembangan bakteri penyebab gigi berlubang.
- Tetap Ajarkan Anak Menyikat Gigi – Walaupun gigi sedang berlubang, kebersihan mulut tetap harus dijaga. Sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride sesuai usia anak.
- Jangan Mengobati Sendiri – Mengoleskan bahan tertentu tanpa anjuran dokter atau membiarkan gigi berlubang terlalu lama justru dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko infeksi.
- Jangan Panik dan Jangan Menunda Pemeriksaan – Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi anak dan menentukan perawatan yang paling sesuai.
Perawatan Gigi Berlubang pada Anak
Jenis perawatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan lubang, antara lain:
- Penambalan Gigi – Jika lubang masih kecil hingga sedang, dokter dapat membersihkan bagian yang rusak kemudian menambalnya agar fungsi gigi kembali normal.
- Perawatan Saraf Gigi Anak (Pulp Treatment) – Apabila lubang sudah mencapai saraf tetapi gigi masih dapat dipertahankan, dokter mungkin akan melakukan perawatan khusus pada saraf gigi anak.
- Pencabutan Gigi – Jika kerusakan sudah sangat parah dan gigi tidak dapat diselamatkan, pencabutan mungkin menjadi pilihan terbaik. Dokter juga akan mempertimbangkan penggunaan space maintainer bila diperlukan agar pertumbuhan gigi permanen tetap optimal.
Apakah Gigi Susu yang Berlubang Harus Dirawat?
Ya, tentu harus.
Walaupun nantinya akan tanggal, gigi susu memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu:
- Membantu anak mengunyah makanan dengan baik.
- Membantu perkembangan kemampuan berbicara.
- Menjaga posisi gigi permanen agar tumbuh rapi.
- Mencegah infeksi menyebar ke gigi lainnya.
- Mengurangi risiko rasa sakit yang dapat mengganggu aktivitas dan nafsu makan anak.
Cara Mencegah Gigi Anak Berlubang
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Sahabat Ocean dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Menyikat gigi minimal dua kali sehari.
- Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride sesuai usia.
- Membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.
- Menghindari kebiasaan tidur sambil minum susu botol.
- Mengajak anak kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
- Melakukan perawatan fluoride secara berkala sesuai anjuran dokter untuk membantu memperkuat lapisan email gigi.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter Gigi?
Segera periksakan anak apabila mengalami:
- Gigi berlubang yang terlihat jelas.
- Sakit gigi lebih dari satu hari.
- Gusi bengkak.
- Sulit makan karena nyeri.
- Demam yang disertai sakit gigi.
- Bau mulut yang menetap.
Jangan menunggu hingga anak merasakan sakit yang hebat karena kerusakan gigi biasanya sudah semakin dalam.
Percayakan Perawatan Gigi Anak di Ocean Dental
Di Ocean Dental, kami memahami bahwa pengalaman pertama ke dokter gigi sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri anak untuk melakukan pemeriksaan gigi di masa depan. Tim dokter gigi kami siap memberikan perawatan yang ramah anak dengan pendekatan yang lembut sehingga si kecil merasa lebih nyaman selama perawatan.
Mulai dari pemeriksaan rutin, penambalan gigi anak, perawatan fluoride, hingga edukasi kesehatan gigi, semua dilakukan untuk membantu menjaga senyum sehat buah hati Sahabat Ocean.
Jangan tunggu sampai gigi anak terasa sakit. Jadwalkan pemeriksaan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali di Ocean Dental agar masalah gigi dapat dicegah dan ditangani sejak dini.
Bagaimana pendapatmu tentang halaman ini?

Like

Love

Happy

Haha

Sad




Baik sekali
selain makanan manis, hal apa yang jadi penyebab gigi berlubang?
cara agar gigi tidak cepat berlubang
Artikelnya sangat mengedukasi, cocok dibaca semua kalangan
Senyum sehat ocean dental
artikelnya sangat bagus dan mengedukadi sekali
Artinya mengedukasi banget